Ambisi Arab Saudi Tanpa Minyak



Sudah lebih dari setengah abad Arab Saudi bergantung pada minyak, karena memang minyak merupakan sumber utama pendapatan, minyak menguasai 76% total ekspor atas komoditas di negara tersebut.

Arab Saudi merupakan negara dengan total produksi minyak tertinggi di dunia, perharinya produksi bisa mencapai 9 juta barel. Namun akhir-akhir ini harga minyak jatuh ke angka yang cukup fantastis, pada 2016 kemarin harga minyak cuma sekitar $27,67 per barel, hal itu cukup mengejutkan lantaran pada 2008 lalu minyak sempat naik ke harga tertinggi yang mencapai $140 per barel, pada tahun 2012-2014 harga minyak masih di atas $80 perbarel. Kini negara Arab Saudi harus memikirkan solusi terbaik tanpa bergantung pada minyak lagi.

Menurut data dari Capital Economics lembaga riset independen di bidang ekonomi makro, pendapatan Arab Saudi telah turun $200 miliar, yang di mulai sejak tahun 2012. Bukan Cuma Arab Saudi negara lain yang bergantung pada minyak ikut terseret arus ke jatuhan.

Pada pertemuan negara G20 di China, Pangeran Mohammed bin Salman terlihat sibuk melakukan berbagai pertemuan dengan pemimpin negara, hal itu di lakukan untuk mewujudkan misi pada 2030 mendatang, di mana negara Arab Saudi tidak lagi bergantung pada minyak.

Langkah yang di lakukan oleh pangeran telah membuahkan hasil. Pada bulan September Bank terbesar Jepang Mizuho Finansial Group, Inc. dan Saudi Arabian Oil Co. Sepakat dalam menyetujui adanya investasi, yang di lakukan perusahaan-perusahaan besar asal Jepang, untuk menyokong perekonomian Arab Saudi.

Rencananya negara akan mulai melakukan perombakan besar, di mana membutuhkan ribuan kilometer yang akan di jadikan kota baru. Proyek itu di sampaikan oleh Arab Saudi pada Juli kemarin, negara akan membangun kota yang lebih luas dari Belgia, dan proyek yang lain akan seluas Moskow.

Terdapat tujuh proyek yang akan realisasikan. Proyek itu akan mengubah sekitar 50 pulau dan 34 ribu kilometer lahan di dekat pantai Laut Merah,  yang akan menjadi destinasi wisata dunia. Pembangunan akan di lakukan pada 2019, dengan Dana dari Investasi Publik dan pendapatan negara, proyek ditargetkan selesai pada 2022 mendatang.
Tunggu