Aqua Palsu Merajalela



Aqua isi ulang galon, telah dipalsukan oleh oknum tak bertanggung jawab, kini ke empat pelaku yang terlibat sudah di amankan polisi. Mereka beroperasi disekitaran wilayah Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan.

Berawal dari laporan masyarakat, yang mengatakan adanya perbedaan kualitas Aqua yang di jual oleh salah satu toko di Jalan H Gandun, Lebak Bulus, Cilandak, dari hasil laporan diketahui ternyata rasa Aqua ditoko tersebut berbeda.

Konsumen tersebut lantas melaporkan ke Polsek Cilandak, yang kemudian melakukan upaya penangkapan. Ketika pemalsu sedang mengirimkan Aqua Polisi langsung membekuknya ditempat.

Setalah dilakukan penyelidikan polisi akhirnya mengetahui asal-usul Aqua tersebut, ternyata pemalsu Aqua memproduksinya di rumah milik S (28).

Komplotan itu mengirimkan Aqua palsu ke 7 toko yang berada di Pondok Labu dan Cilandak, sehari S bisa meraup untung paling tidak sekitar 2,7 juta, ke untungan di dapat dari penjualan 300 galon dengan keuntungan selisih 9 ribu per galonnya.

Praktik yang dilakukan S merupakan salah satu upaya dia untuk meraih ke untungan yang lebih banyak, pada awalnya S tidak memalsukan Aqua namun setelah melihat selisih ke untungan, S lantas menggunakan cara licik, cara ini dia pelajari sewaktu masih bekerja di pengisian galon.

Hanya butuh modal sekitar 7,5 juta, S sudah bisa memalsukan Aqua, modal itu untuk membeli galon kosong, tutup palsu, dan tabung air. Satu galon yang di jual hanya berisi sekitar 25% Aqua dan 75% air rebus.

Cara kerjanya air dari jet pump di pompa menuju tangki, dari keterangan S tangki itu sudah di lengkapi dengan tabung ultraviolet yang berguna untuk membunuh kuman. Setelah sampai ke dalam tangki, air kemudian akan meluncur ke selang yang mengarah ke galon.

Untuk mengelabuhi konsumen, si pemalsu menggunakan tutup galon yang mirip dengan aslinya, harga tutup galon yang di gunakan adalah Rp 2.200.

Kini tutup dan tisu yang di gunakan pelaku mulai di selediki asalnya, sedangkan dari keterangan pihak Danone Arif Mujahidin mengatakan, bahwa quality control selalu di jalankan dalam mengatasi kebocoran produk, yang paling utama di tangani adalah tutup botol.

“Seharusnya ada aturan ketat mengenai itu, kalau tutup botol tidak ada kode produksinya maka akan sulit untuk di telusuri” lanjut Arif.
Tunggu