Ingin Sembuh dari Candu Internet, Anak ini Meninggal di Tempat Rehabilitasi

loading...

Remaja asal Tiongkok, meninggal setelah beberapa hari menjalani rehabilitasi untuk candu internet, dengan kondisi di temukan beberapa bekas luka pada tubuhnya. Hal ini sungguh mengejutkan lantaran tempat rehabilitasi yang di gunakan memiliki reputasi yang baik.

Rehabilitasi Candu Internet

Remaja yang kecanduan internet ini, masuk ke tempat rehabilitasi pada awal Agustus. Di katakan oleh kedua orang tuanya, remaja ini mengalami kecanduan internet pada kondisi yang mengkhawatirkan.

Maka dari itu kedua orang tuanya memutuskan untuk memasukannya ke tempat rehabilitasi. Tempat rehabilitasi ini menggunakan sistem penyembuhan antara arahan psikologi dan pelatihan kebugaran, yang di desain semaksimal mungkin untuk menyembuhkan candu pada remaja. Memasukan anak ke tempat rehabilitasi sudah umum di China, karena dokter di sana sepakat kecanduan internet merupakan gangguan jiwa. Candu internet di China sangat mengkhawatirkan para remaja sampai ada yang putus sekolah, bermain 10 jam sehari, memekai popok saat di warnet semata untuk tidak ketinggalan momen dalam game.

Setelah dua hari di sana, orang tua dari remaja itu mendapat kabar bahwa anaknya harus di bawa ke rumah sakit. Tidak ada bukti pasti atas meninggalnya remaja tersebut, namun dokter yang memeriksa mengatakan menemukan 20 bekas luka lebih pada tubuhnya.

Kritik Pusat Rehabilitasi Candu Internet

Tragedi yang menewaskan remaja ini, menimbulkan kritik terhadap pusat rehabilitasi di Tiongkok. Banyak sekali masyarakat yang menyuarakan kekhawatiran mereka, karena instiusi untuk rehabilitasi tidak mempunyai aturan ketat, berbagai media pun ikut menyuarakan untuk segera memperbaiki aturan pada institusi tersebut.


Di lansir dari IDN TIMES, beberapa pengelola terkenal menggunakan cara militer yang tidak wajar, mereka mengatakan cara tersebut di lakukan karena sistem militer mempunyai dampak efektif dalam menyembuhkan candu internet.

Berbagai pihak juga mengkritik terhadap orang tua, yang menyerahkan tanggung jawab anaknya kepada intistusi  / pihak ketiga. Netizen mengatakan “semua ini di sebabkan karena kurangnya pendidikan dari keluarga”.

Pemerintah telah menyiapkan undang-undang untuk menyikapi kejadian ini, hal tersebut di lakukan untuk melarang penggunaan kekerasan terhadap pasien yang sedang melakukan rehabilitasi.

loading...
Share:

Artikel Lainnya

Memuat...

Blog Archive