Kelelahan Bekerja Warga Jepang Banyak yang Meninggal



Jepang di kenal sebagai negara mayoritas penduduknya gila kerja, bahkan selama bertahun-tahun sudah ribuan orang yang meninggal karena alasan tersebut. Selama ini pemerintah mencoba untuk mencegah dengan berbagai cara, namun kematian karena kerja masih saja terjadi.

Kelelahan kerja yang menyebabkan kematian di sebut sebagai Karoshi. Karoshi sendiri menjadi fenomena yang sangat menghebohkan di Jepang, bahkan warga di sana menjaga diri dengan tidak melakukan pekerjaan yang berat. Karena masalah ekonomi, sebagian warga Jepang masih tidak peduli dengan hal tersebut, mereka masih fokus untuk mencari  uang dan mendapat jabatan yang lebih tinggi.

Penyebab Karoshi

Pertama kali terjadi pada 1969, seorang pria yang bekerja di perusahaan surat kabar terbesar di Jepang, mendadak meninggal karena serangan Stroke, terungkap setelah di lakukannya penyelidikan dan hasil tes laboratorium pria tersebut meninggal karena kelelahan.

Sebuah survei di lakukan untuk menanggulangi kematian Karoshi, ternyata di antara pekerja yang usianya 40 tahun keatas, banyak yang tidak menerapkan pola hidup sehat, mereka terlalu banyak mengkonsumsi makanan instan yang mengandung lemak.

Pola hidup tersebut membuat mereka terserang penyakit secara perlahan, ketika penyakit sudah parah, mereka tidak bisa melakukan apapun. Kebanyakan penyakit yang menyerang adalah penyakit jantung dan stroke, akibat  kejadian ini pekerja sering di temukan meninggal dalam ruang kerjanya.

Pemuda Terhindar dari Karoshi

Kabar baiknya pemuda di Jepang sudah mulai bisa menghindari kematian Karoshi, semua itu karena jiwa muda mereka yang tidak mau di kekang oleh atasan, jadi mereka hanya melakukan pekerjaan paruh waktu atau membuka usaha sendiri.

Pemerintah dalam Mengatasi Karoshi

Pekerja di Jepang yang sudah paruh baya terlalu memaksakan diri untuk bekerja, kemungkinan alasannya untuk menyelesaikan target dari perusahaan, karena sistem gaji dari perusahaan sendiri menitik beratkan pada jam, jadi semakin lama bekerja semakin banyak upah yang di terima. Dari data yang di di kumpulkan sebanyak 2000 orang meninggal pertahunnya, sekarang pemerintah sudah mulai menerapkan jam lembur maksimal yang boleh di lakukan pekerja, yaitu 30 jam dalam sebulan atau satu jam perhari.

Perusahaan otomotif di Jepang sepakat dengan hal tersebut, bahkan mulai memperhatikan kondisi kesehatan pekerja, mereka menyuruh pekerja yang memiliki anak kecil, untuk pulang lebih awal dari waktu normal.
Tunggu