Kelompok Saracen Dibayar Untuk Sebar Fitnah Hoax

Tertangkapnya kelompok Saracen membuat negara harus bertindak cepat untuk membasmi mereka, lantaran kelompok yang melakukan propaganda di internet atas aksi menyinggung suku, agama, ras, dan antargolongan, serta ujaran kebencian ini, mendapat bayaran dari pihak tertentu, mereka semacam penjahat bayaran jika ada yang ingin melakukan propaganda tinggal menghubungi mereka.

Saracen sendiri memiliki struktur organisasi dan operasional yang rapi, bahkan kabarnya kepolisian juga mendapatkan dokumen yang menyebutkan tarif aksi propaganda mereka. Nilainya cukup fantastis pasalnya harga yang di patok untuk sekali aksi mulai dari puluhan juta sampai ratusan juta.
beberapa yang di ungkap pihak wewenang menyebutkan sebuah website berharga Rp 15 juta dan para bazzer yang berjumlah 15 orang di patok pada harga Rp 45 juta. Ketuanya sendiri mendapatkan sekitar Rp 10 juta, jika semua itu di jumlahkan paling tidak mereka bisa mendapat Rp 75 juta dalam sekali aksi.

Kelompok Saracen bergerak membuat isu yang di manipulasi sesuai kondisi politik yang terjadi, mereka sudah banyak membuat konten hate speech, mereka menawarkannya dalam bentuk sebuah proposal. Untuk melakukan aksinya mereka juga menggunakan kartu SIM yang berjumlah sekitar 50 lebih, hal itu di gunakan untuk lebih mudah verifikasi pendaftaran.

Polisi masih terus mendalami siapa saja yang terlibat, namun hingga saat ini masih belum di ketahui siapa saja yang menjadi konsumen mereka.  Mengenai adanya politikus yang terlibat polisi masih enggan untuk menduga-duga.

Menanggapi kasus Saracen, pihak kepolisian mewanti-wanti masyarakat untuk tidak begitu saja percaya dengan informasi yang tersebar di internet.

Karena adanya pihak yang memesan mereka, anggota Komisi I DPR Dave Akbarshah Fikarno menuturkan, untuk tidak hanya menangkap si penyebar isu, tapi sebaiknya yang mendanai mereka juga harus ditangkap.

Dari informasi yang di temukan BIN, ternyata masih ada banyak kelompok yang serupa, BIN sampai saat ini masih mengupayakan untuk melakukan penangkapan. Kelompok penyebar isu cukup merepotkan karena bisa menghancurkan ketertiban pemerintah, yang di khawatirkan isu hoak dan bernada kebencian itu bisa membuat orang awam terpancing dan melakukan tindakan yang keluar jalur.

Media yang di gunakan saracen antara lain Saracen News, Saracen Cyber Team, dan situs Saracennews.com, mereka melakukannya melalui internet karena media internet sangat mudah untuk melakukan penyebaran isu, apalagi masyarakat sekarang juga banyak yang hobi mencari info melalui internet.

Tunggu