Kim Jong-un di Anggap Bukan Sebagai Tuhan lagi

Korea Utara masih saja melakukan persekusi terhadap warga yang memeluk agama. Tapi warga tetap mempertahankan keyakinannya, hal itu terungkap dari penelitian yang di lakukan oleh pemerintah Amerika.

Pada laporan tahunan yang di lakukan oleh menteri luar negeri AS tentang kebebasan beragama, Korea Utara menjadi sorotan, karena tidak memperbolehkan warga untuk “hak kebebasan berfikir, akal sehat, dan beragama.

Laporan tersebut menyebutkan dari tahanan politik yang ada, sebagian karena alasan hak beragama, di yakini mereka para tahanan di taruh pada camp camp yang berada di daerah terpencil dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.

Dari data laporan tersebut Kim Jong-un masih saja melakukan persekusi yang berujung pada penjara, penyiksaan dan eksekusi.

Bukan sebatas wacana dari pemerintah Amerika, namun sudah ada beberapa bukti yang mendukung dugaan tersebut, antara lain pernyataan dari warga yang membelot dari Korea Utara, yang sekarang  menjadi anggota koalisasi dunia untuk menghentikan geosida di negara tersebut.

"Persekusi yang didasari oleh alasan keagamaan masih saja terjadi dan, saya bisa bilang, hal ini lebih keras dari sebelumnya," ungkap anggota koalisasi tersebut.

Namun perubahan itu kini sudah nampak, meskipun tingkat pergerakannya sedikit demi sedikit, ungkap pembelot yang tidak mau di sebut namanya, karena masih membantu gereja bawah tanah di Korea Utara.

"Dahulu, orang-orang disuruh untuk menyembah keluarga Kim dan menganggapnya sebagai Tuhan, tapi kini banyak warga sudah tidak mulai menghargai Kim Jong-un lagi," ujarnya.

"Artinya mereka mulai melakukan cara lain untuk mempertahankan keyakinannya."

"Di berbagai tempat, hal ini justru memunculkan penganut aliran klenik, tapi gereja Kristen pun juga turut berkembang dan mulai memperdalam akarnya," kata dia.

"Walaupun mereka mengetahui bisa di penjara, atau mendapat perlakuan lebih parah, mereka  tetap memilih mempertahankan agama, dan pada akhirnya akan tampak lebih banyak celah yang ada di rezim ini."

Tunggu