Pria ini Berhasil Mengembangkan Sepatu Terbang, Mirip Iron Man

loading...


Kalian memimpikan terbang layaknya Iron Man, mungkin sebentar lagi akan jadi kenyataan, karena tehnologi tersebut sudah mulai di kembangkan oleh perusahaan luar angkasa asal Baltimore, Amerika Serikat.

Tehnologinya berupa sepatu yang terpasang mesin jet, penelitian ini di lakukan oleh Solar System Express, dan Juxtopia, seperti yang di kutip dari Dailymail rencana yang telah di susun sejak tahun 2013 lalu, hanya untuk pengembangan sebuah pakaian yang mendukung aktivitas di luar angkasa, proyek ini di beri nama MARK VI.

Terinspirasi dari Felix Baumgartner, pada tahun lalu dia berhasil terjun dari ketinggian 38.969 m, setelah 4 menit 19 detik Felix harus membuka parasutnya, lalu mendarat ke bumi. Jadi baju rancangan dari Solar System Express dan Juxtopia, bisa mempermudah lompatan dari luar angkasa, tanpa harus menggunakan parasut untuk mendarat.

Sepatu Jet

Pakain MARK VI di lengkapi dengan Sky Diving dan sepatu bertehnology aerospike (sepatu Jet) yang bisa membuat pengguna meluncur dan mengendalikan pergerakan terbang. Bukan cuma itu pakain ini juga di lengkapi dengan kacamata Augmanted Reality (AR), kacamatanya mirip Google Glass, namun tidak bisa di gunakan untuk merekam.

Kacamata Augmanted Reality secara otomatis akan memberi informasi tentang ketinggian, kecepatan terjun, dan data jalur lompatan. Sepatu juga akan terhubung dengan kacamata jadi jika terjadi kerusaan pengguna akan mengetahuinya.

Uji pendaratan akan di lakukan dengan dua cara, pertama menggunakan dorongan mesin ketika jarak sudah mencapai 100 meter di atas bumi, cara ini masih menggunakan parasut tradisional.

Kedua, memanfaatkan sayap seperti ketika Iron man melakukan pendaratan, cara ini bisa membuat pengguna berdiri tegak setelah mencapai 10 meter di atas bumi, di harapkan hal ini bisa mengurangi resiko pengguna.

Uji coba pertama telah berhasil di lakukan pada tahun 2016, meskipun hanya melompat dari ketinggian normal. Masih belum di ketahui pasti, kapan uji coba kedua di lakukan, tapi mengingat telah berhasilnya uji coba pertama, mungkin tidak lama lagi kita bisa melihatnya.
loading...
Share:

Artikel Lainnya

Memuat...

Blog Archive