Surat Iblis Dari 300 Tahun Lalu, Akhirnya Terpecahkan

Setelah 300 tahun lamanya, banyak dari ilmuan,  pakar pemecah kode dan kaum okultis mencoba memecahkan kode yang terdapat dalam surat iblis, namun mereka semua tidak sanggup untuk mencari arti di balik tulisan tersebut.

Kabarnnya surat iblis tersebut di tulis oleh suster dari masa ordo Benedictine, yang mengatakan dirinya telah di masuki oleh iblis dan menuliskan peringatan dalam surat tersebut.

Berdasarkan cerita yang beredar, pada tahun 1676 Suster Maria Crocifissa della Concezione dari biara Palma di Montechiaro, terbangun setelah dia pingsan. Namun pada saat siuman dirinya terkejut mendapati wajahnya penuh dengan tinta, sementara di dekatnya terdapat beberapa kertas yang di duga di tulis ketika pingsan, surat tersebut bertuliskan simbol-simbol aneh yang tidak di ketahui.

Suster Maria dan yang lain lantas mengambil kesimpulan bahwa surat tersebut merupakan tulisan dari sang iblis. Dalam waktu kurun 3 abad, tidak ada satu orang pun yang berhasil menerjemahkan surat tersebut.

Setelah sekian lamanya berjalan, pada pekan lalu,  peneliti dari Pusat Ilmu Pengetahuan Ludum, Sisilia, Italia, mengatakan telah  berhasil menerjemahkan 15 baris terakhir dalam surat iblis.

Mesin yang di gunakan untuk memecahkan adalah kode enskripsi yang dengan tidak sengaja mereka menemukannya setelah menjelajahi deep web, atau bagian paling rahasia dari seluruh informasi yang berada di internet.

Dalam deep web banyak sekali informasi yang menakutkan seperti prostitusi, obat terlarang dan pedofilia, namun di balik semua itu ada juga kode enskripsi yang biasa di gunakan oleh badan intelijen.

Melalui piranti lunak itu mereka mencoba menggabungkan beragam huruf dari Yunani Kuno, Arab, Aramik, Latin dan Runic. Untuk mengacak dan menggabungkan setiap simbol yang ada pada surat tersebut.

Di ketahui hasilnya terdapat semacam campuran dari simbol-simbol kuno yang secara acak membentuk sebuah kata. Mereka menduga surat tersebut bukan dari iblis melainkan di tulis oleh suster Maria sendiri yang di duga mengalami gangguan schizophrenia.

Apalagi berdasarkan hasil telusuran sejarah di Biara Palma, Suster Maria secara diam diam mempelajari aksara kuno selama berada di sana.

Isi dalam surat tersebut memang mengarah ke perkataan Iblis, yang mengajak semua untuk mengingkari tuhan. Ritmenya aneh dan tidak konsisten, misalnya terdapat bunyi “Tuhan mengira bisa menyelamatkan kalian. sistem itu tak bekerja untuk siapa pun. Tuhan, Yesus, Roh Kusus adalah ‘Ada (Being) yang mati” sumber suara.com.

Setelah kabar berita tentang Abate yang sukses memcahkan kode surat iblis, banyak sekali sekte pemuja setan mencoba menghubungi untuk meminta salinan terjemah dari surat tersebut.

Tunggu