Beginilah Cara Budidaya Jamur Shiitake Dengan Benar

loading...
Meskipun namanya terlihat menggunakan bahasa jepang, jamur shiitake merupakan jamurnya orang China, namun karena adanya pengaruh Jepang, jamur ini lantas menyebar ke seluruh dunia dengan nama jamur shiitake.

Ada sejarah di balik penyebutan namanya lho, ternyata jamur shiitake itu tumbuh pada batang pohon shii yang sudah lapuk, jamur ini juga mudah di ketahui dengan ciri payung yang bewarna coklat dengan bulu halusnya, sedangkan bagian batangnya pendek dengan warna putih.
Jamur shiitake merupakan tananam yang tumbuh di kawasan Asia Timur, biasa tumbuh di daratan tinggi dan pegunungan. Jadi jika kamu ingin membudidayakan jamur shiitake sebaiknya kamu lakukan di atas daerah yang memiliki tinggi sekitar 700-1200 meter dpl, dengan kondisi yang mirip pada tempat tumbuhnya yaitu hutan yang bersuhu rendah.

Sekarang lanjut ke bagian cara menanam jamur shiitake, dimana menanam jamur ini berbeda dengan jamur lainnya.

Mempersiapkan ruang budidaya

Perhatikan terlebih dahulu tempat yang akan kamu jadikan untuk budidaya, sudah mirip dengan kondisi lingkungannya belum, yang mirip di hutan dengan suhu rendah yang mana memiliki intensitas cahaya yang pas. Untuk peralatannya kamu perlu menggunakan rak tumpuk yang terbuat dari bambu untuk menyusun baglog jamur shiitake.

Membuat media untuk jamur tumbuh

Jamur shiitake merupakan jamur terlama masa panennya, butuh setidaknya 12 bulan jika panen tersebut di alam liar, namun kondisi itu bisa kamu tangani dengan memberikan media yang benar untuk jamur tumbuh, sehingga masa panen bisa di percepat hingga 6 bulan. Untuk bahan lain kamu memerlukan serbuk kayu untuk penyimpanan bibit, bekatul untuk menambah nutrisi, kapur sebagai pengatur tingkat keasaman dan air supaya bahan bisa tercampur dengan rata. Komposisi yang biasa di gunakan petani jamur adalah serbuk kayu sekitar 85%, bekatul dengan jumlah 15%, kapur hanya 1% saja dan air setiddaknya memenuhi wadah sampai 65%.

Jangan digunakan dulu media tanamnya, kamu harus menyimpan setidaknya 4-7 hari terlebih dahulu, dengan cara memasukkannya ke ember pada tempat yang lembab dan terlindungi. Jangan lupa untuk membaliknya setiap hari, hal itu dilakukan untuk membunuh jamur lain yang bisa menjadi hama, tanda media sudah bisa di gunakan jika media tersebut sudah berubah menjadi warna coklat tua kehitaman.
Jika semua sudah kamu lakukan, kini kamu perlu mensterilkan media tanamnya, dengan cara memasukan ke dalam kantong baglog dengan memadatkannya, terus lakukan pengkukusan pada baglog tersebut menggunakan uap air, yang bersuhu 90-110 celcius selama 5-7 jam, kalau sudah kamu tinggal meletakkannya ke dalam rak yang ada di ruangan.

Penanaman jamur shiitake

Jika ingin melakukan penanaman sebaiknya, kamu harus memastikan dalam ruangan tersebut sudah steril dan bersih dari kuman. Kamu perlu menyemprot terlebih dahulu kapas yang ada pada tutup botol bibitnya, lalu bakar menggunakan api kecil sehingga ada bekas terbakar sedikit, jika sudah kapas yang menutup tersebut kamu lepas. Aduk terlebih dahulu bibitnya menggunakan kawat, lalu oleskan bibit pada permukaan baglog sampai penuh, setalah selesai kamu bungkus permukaannya dengan kapas.

Proses memelihara jamur shiitake

Keistimewaan dari jamur shiitake adalah perawatannya yang mudah, kamu hanya perlu menjaga kondisi ruangan, sesekali membuka kapasnya dan berikan rangsangan agar jamur bisa tumbuh dengan cepat. Setelah muncul benjolan pada baglog, lalu kapas yang ada di pinggir harus kamu kendorkan terlebih dahulu, setelah itu kamu bisa segera memindahkannya ke dalam ruang pemeliharaan, ruang ini berbeda dengan ruang yang pertam, jadi kamu sebaiknya memiliki 2 ruang, ruang pertama untuk bibit tumbuh dan ruang kedua untuk pemeliharaan.

Proses panen jamur jamur shiitake

Jika sudah berada pada bulan 5-6 bulan dari tumbuhnya payung jamur yang sudah mencapai 60-75%, berarti itu sudah memasuki masa panen. Setiap baglog setidaknya akan terjadi 2-3 kali dengan masa panen yang sama, yang perlu di perhatikan adalah masa panen jangan sampai terlalu lama hal itu bisa menyebabkan hasil yang kurang maksimal dan kualitas masih rendah. Untuk melakukan panen kamu harus memotong dari pangkalnya, jika sudah terlebih dahulu kamu sortir berdasarkan ukuran.
loading...
Share:

Artikel Lainnya

Memuat...