Firasat Buruk atau Ciri Orang Akan Meninggal

Belakangan ini banyak sekali muncul berita heboh tentang tanda orang yang akan meninggal, mereka menganggap apa yang di lakukan oleh orang yang akan meninggal merupakan firasat buruk dari dirinya atau dia memang tahu kalau dia akan meninggal.


Fenomena ini sempat membuat heboh di kalangan pengguna medsos, karena banyaknya kasus orang meninggal dengan menyertakan firasat buruk sebelumnya, firasat tersebut berupa status medsos, unggahan foto dan tanda-tanda yang di rasakan oleh temannya.

Baca Juga : 90% Akurat Ciri Orang Yang Akan Meninggal Dunia

Tapi apakah kamu sudah tahu sebenarnya orang yang akan meninggal itu tidak memiliki ciri-ciri khusus, kecuali meninggalnya pada usia lanjut atau dalam keadaan sakit, bahkan terkadang dokter bisa salah memprediksi pasiennya yang akan meninggal, meskipun semuanya itu bisa di jelaskan oleh medis.

Lalu kenapa banyak sekali orang akan meninggal tapi memberikan tanda firasat sebelumnya?, sebenarnya firasat seseorang itu merupakan sebuah pilihan yang harus di ambil oleh orang tersebut, jika orang terdekatmu meninggal kamu akan mencari pembenaran atas firasatmu sebelumnya.

Dari Wikipedia, Firasat itu merupakan kemampuan untuk melihat masa depan, dengan suatu pertimbangan yang tidak logis, bukan berarti firasat adalah ilmu perdukunan, bahkan peramal akan memilih beberapa kemungkinan sebelum mengatakannya, jadi firasat itu hanya sebatas pemikiran kita untuk mengambil beberapa kemungkinan yang bisa saja terjadi.

Penulis bisa katakan ciri orang akan meninggal itu tidak ada, itu bisa ada karena firasat kamu yang berlebihan, contohnya kamu di bawa temanmu ke suatu tempat, teman kamu ini memiliki gelagat yang mencurigakan, kamu dalam posisi ini akan memiliki firasat tertentu.

Kamu mulai menebak apa yang akan terjadi, pertama kamu merasa akan di kerjain, kedua kamu merasa akan dapat kejutan, ketiga tidak akan terjadi apa-apa, setelah sampai ketempat tujuan ternyata memang kamu di kerjain oleh temanmu, lalu kamu akan mengatakan "aku sudah curiga sebelumnya".

Jika yang terjadi ternyata kamu dapat kejutan, kamu juga akan mengatakan hal yang sama, kalau yang terjadi itu yang ketiga kamu akan mengatakan "ternyata ini cuma firasatku", begitulah proses terjadinya persepsi firasat yang berlebihan.

Begitupun pada kematian seseorang, kamu yang sebelumnya memiliki firasat buruk bahkan kamu tidak memiliki kemungkinan dia akan meninggal, itu akan terbentuk dengan sendirinya di dalam pikiran jika orang tersebut beneran meninggal.

Kamu dalam tahap ini akan mulai mencari kejanggalan aneh yang terjadi sebelumnya, bisa jadi karena wajahnya pucat, dia sedang melamun atau melakukan sesuatu yang tidak biasa, kalau seandainya dia beneran meninggal kamu akan mengatakan kejanggalan ini, namun jika orang tersebut tidak meninggal kamu akan melupakan kejanggal ini, sebenarnya semua orang pasti memiliki kejanggalan aneh setiap harinya, namun karena tidak terjadi apapun kejanggalan tersebut di lupakan.

Kalau orang sebelum meninggal tapi melakukan update status aneh atau upload foto mencurigakan, itu sebenarnya cocoklogi, kamu tentunya tahu di medsos itu tempatnya orang mencurahkan apa yang dia pikirkan, bahkan sampai sekarang sudah berapa banyak orang membuat status ingin mati atau setatus galau, jumlahnya sangat banyak hampir semua orang pernah melakukannya, tapi yang meninggal dengan status aneh itu cuma beberapa orang.

Masih belum paham?, kamu pernah lihat teman medsos yang update status galau tahun lalu, tapi ternyata dia masih aktif sampai sekarang, kalau seandainya teman kamu itu meninggal pada saat membuat status galau kamu mungkin akan berpikir "oh, ternyata dia memiliki firasat buruk sebelumnya", tapi itu tidak terjadi, lalu kamu menganggap jika status itu cuma curahan hati saja.

Jadi penulis simpulkan tidak ada ciri khusus pada kematian seseorang, itu hanya sebatas persepsi dan cocoklogi, bahkan alat medis sendiri tidak sanggup menentukan kematian seseorang, yang tahu pasti tentang kematian itu hanya Tuhan.
Tunggu