Virus Mematikan Menyerang Satu Keluarga di Semarang

Bagi kalian yang berada di Semarang khususnya di wilayah Genuk Sari harap waspada, karena ada virus mematikan yang telah menyerang satu keluarga, bahkan salah satu anaknya telah meninggal, berita ini kami dengar dari percakapan warga sekitar.


Beberapa warga sampai ketakutan untuk melawati jalur yang menghubungkan Jl. Wolter Mongingsidi ke arah Genuk Indah, lebih tepatnya jalan Dong Biru, mereka sampai mengingatkan beberapa orang untuk menggunakan masker jika melalui jalan tersebut, memang disana terlihat warga yang lalu lalang hampir semuanya menggunakan masker, kalaupun ada yang tidak memakai pasti mereka tidak tahu akan kondisi di sana.

Warga sekitar mengatakan jika virus ini sangat membahayakan, bahkan keluarga yang terjangkit harus di rawat dalam ruangan tertutup, dimana hanya dokter khusus yang di perbolehkan masuk, dari penuturan warga sekolah SD yang berada di dekat lokasi sampai harus menyuntikan vaksin ke muridnya.

Gejala yang di alami oleh pengidap penyakit ini antara lain sesak napas dan munculnya benjolan di area leher, warga disana masih kebingungan sebenarnya virus apa yang telah menjangkit keluarga tersebut.

Sampai sekarang kebenaran tentang virus tersebut masih belum di ketahui, karena warga juga masih kekurangan informasi, tapi dari gejala yang di sebutkan oleh warga penyakit tersebut merujuk pada virus Difteri, katanya virus ini pernah terjadi juga di wilayah Semarang, penyebaran virus Difteri sangat mudah karena hanya dengan udara seseorang bisa tertular, selain itu virus ini juga sangat mematikan.

Gejala yang di alami ketika terjangkit virus Difteri antara lain sesak napas, munculnya benjolan pada kelenjar leher dan terasa sakit jika menelan makanan, untuk mencegah virus ini seseorang harus melakukan vaksin ulang, karena di ketahui orang yang mudah terkena virus ini merupakan seseorang yang dulunya tidak melakukan vaksin imunisasi.

Dilansir dari TribunJateng, meskipun yang  mudah terjangkit virus Difteri adalah orang yang tidak melakukan suntik vaksin imunisasi, tapi tidak menutup kemungkinan bagi kamu yang sudah melakukan suntik vaksin imunisasi juga akan terkena, oleh karena itu sebaiknya lakukan suntik vaksin imunisasi 10 tahun sekali.

Karena pihak kami masih kekurangan informasi jadi kami hanya bisa menerka saja, untuk selanjutnya kami akan berusaha mendapatkan informasi yang lebih komplit.
Tunggu