Fenomena Nissa Sabyan, Suara Merdunya Membuat Para Remaja Pada Tobat

Fenomena seperti ini rasanya baru terjadi di era Nissa Sabyan, sekarang siapa yang tidak mengenal dia, emak saya setiap hari bahkan menyuruh saya untuk memutar lagunya, saya tidak heran dengan ini karena emak saya dari keluarga yang taat agama, bahkan beliau sering menyarankan saya untuk mencari jodoh seperti Nissa Sabyan, jika emak sudah berkata seperti itu saya hanya bisa termenung.


Faktanya Nissa Sabyan telah membius semua kalangan, dari mulai orang dewasa sampai balita umur 1 tahun semuanya terbius, sekarang ini siapa yang tidak luluh jika mendengar suara merdunya, bahkan hati ini akan tergerak untuk melantunkan sholawat bersamanya.

Orang bilang Nissa Sabyan itu merupakan orang yang sempurna, dia cantik, suaranya merdu dan pastinya taat agama, itu mungkin yang menyebabkan remaja di kampung saya bermimpi untuk mendapatkan istri semacam dia.

Saya ingat petuah nenek, kalau bermimpi jangan terlalu tinggi sebelum kamu bisa merubah prinsip hidupmu, jadi tidak ada salahnya bagi para jomblo yang menginginkan jodoh seperti Nissa Sabyan, jika kalian mau merubah hidup kalian, jodoh seperti dia pasti akan kalian dapatkan.


Setelah sekian lama saya hidup di kota metropolitan akhirnya saya pulang kampung, suasananya hampir sama seperti dulu, bahkan ketika saya nongkrong di warkop disana masih terdengar musik-musik dangdut, tapi semuanya berubah ketika pemilik warkop mengganti lagu nya dengan lagu dari Nissa Sabyan, serentak orang yang nongkrong disana mencoba untuk melantunkan lagunya.

Mungkin kalian berfikir itu hal yang biasa, padahal kalau kalian tahu apa yang di lakukan oleh beberapa remaja tersebut merupakan sesuatu yang menakjubkan, karena dari dulu orang kampung itu pecinta musik dangdut, sedangkan mereka hanya mendengar sholawat pada bulan ramadhan, tapi sekarang mereka hafal dengan lagu Sholawat.


Bukan hanya itu, ketika saya duduk di teras warkop ada beberapa remaja datang lalu menawari saya "nekani pengajian yok kang?", dalam bahasa indonesianya "Hadir ke pengajian yuk mas", saya termenung sebentar sambil mengingat kalau mungkin ada cerita warga yang mengatakan mereka kesambet sesuatu, sebenarnya apa yang terjadi dengan mereka?, perasaan dulu mereka nggak begini amat, jangankan hadir ke pengajian sejauh itu, menghadiri pengajian yang dekat saja mereka malas.

Diwilayah kampung halaman saya itu mayoritas muslim, tapi mereka masih sangat awam dalam agama, dulu saya sering melihat jika ada tontonan dangdut, orang akan berbondong-bondong untuk menontonnya sedangkan jika ada pengajian pasti tempatnya akan sepi, tapi sekarang sudah mulai seimbang, nonton dangdutnya tetap masih lanjut tapi mereka sudah mulai rajin ikut pengajian.
Tunggu