10 Keistimewaan Ini Hanya Dirasakan Oleh Petani

Profesi petani sampai sekarang ternyata masih diremehkan, khususnya oleh mereka yang mempunyai pekerjaan nyaman sebagai pegawai negeri atau pegawai swasta, menurut mereka profesi petani itu profesi yang cenderung kasar, sering kepanasan dan berpenghasilan kecil, makanya jangan heran jika orang kota sering memandang sebelah mata ke orang desa, padahal makanan yang mereka makan itu dari petani.


Adanya pandangan sebelah mata, membuat anak muda jaman sekarang tidak lagi tertarik untuk jadi petani, sehingga setiap tahunnya orang yang berprofesi sebagai petani mengalami penurunan, pada tahun 2013 petani di Indonesia mencapai 39 juta jiwa dan sekarang turun menjadi 37 juta jiwa, padahal jika mereka mau berpikir lebih, profesi petani sebenarnya sangat mengagumkan.

Bagi kamu yang ingin menjadi petani muda, supaya bisa berusaha lebih baik dan bangga jadi petani, sebaiknya lihat 10 keistimewaan petani berikut ini.

Baca Juga : 10 Hasil Pertanian Yang di Ekspor Keluar Negeri

1. Tanpa petani harga kebutuhan pokok akan mahal

Petani merupakan sumber utama dari kebutuhan pokok, jadi jika jumlah petani di suatu negara sangat sedikit maka kebutuhan pokok yang tersedia di negara tersebut juga akan sangat sedikit, dengan kebutuhan pokok yang terbatas maka pemerintah akan mengupayakan untuk impor, jika pemerintah melakukan impor pasti semua harga akan naik, seperti beras yang semula harganya Rp. 11.000 per kilogram, jika di impor harga beras tersebut bisa menjadi Rp. 22.000 per kilogramnya.

2. Petani adalah pebisnis

Pebisnis itu tidak harus selalu mempunyai ruko atau industri, ternyata petani juga termasuk dalam kategori pebisnis, karena petani itu merupakan orang yang memproduksi, menghasilkan dan menjual hasil pertanian. Seharusnya kamu bangga jika dijuluki sebagai petani muda, karena dibalik dirimu yang sebenarnya adalah seorang pebisnis muda, dengan begitu jabatanmu setidaknya lebih tinggi dari pegawai negeri.

3. Petani tidak terkena pajak

Meskipun di kategorikan sebagai pebisnis, sampai kapanpun petani tidak akan di wajibkan membayar pajak, termasuk pajak penghasilan pertahun, sedangkan tentang undang undang pajak terbaru PP 36 tahun 2017 tidak merubah prinsip pajak yang sudah tertulis pada PP tahun 2016, yang mengatakan jika petani, pensiunan dan warga berpenghasilan dibawah PTKP tidak terkena pajak.

Kurang enaknya apa, semua orang di kenakan pajak itupun termasuk buruh dan nelayan, petani sama sekali tidak terkena pajak, kalau sampai dikenakan pajak berarti pemerintah sedang kekurangan dana untuk membayar hutang.

4. Prioritas utama pemerintah

Daridulu pemerintah telah mencoba memberi peluang terbaik untuk meningkatkan kesejahteraan petani, meratanya lahan dan distribusi produk pertanian, makanya pemerintah melarang perusahaan besar masuk ke wilayahnya para petani, dengan begitu petani akan menjadi tumpuan ekonomi rakyat.

Pemberian subsidi juga merupakan salah satu program pemerintah untuk meringankan para petani, subsidi yang diberikan berupa benih, pupuk dan alat pertanian, bahkan Presiden Jokowi telah memberikan bantuan berupa 1.300 traktor ke petani Ponorogo.

5. Penghasilan terbesar di Indonesia

Indonesia bukanlah negara pengekspor, makanya negara ini masih mengandalkan keuntungan dari sektor ekonomi lokal, menurut data BPS sektor pertanian ternyata mendapat penghasilan tertinggi kedua di Indonesia setelah industri pengolahan, dimana sektor pertanian mendapat penghasilan domestik mencapai 13,26%, jadi jika petani di Indonesia menghilang maka musnahlah harapan negara ini.

6. Suara petani lebih didengar oleh pemerintah

Kalau bicara soal keistimewaan, petani di Indonesia mendapatkan keistimewaan paling tinggi yang pernah dimiliki oleh masyarakat biasa, apakah kamu pernah melihat mahasiswa, buruh dan nelayan berdemo, kebanyakan suara mereka tidak begitu di dengarkan, namun pernahkan kamu melihat petani berdemo, pasti semua pakar ilmu akan serempak mendukungkungnya.

Keistimewaan patani didapatkan karena mereka memiliki lahan sendiri dan hasilnya di butuhkan banyak orang, jika petani ingin menggunakan lahannya untuk apapun itu terserah mereka karena lahan tersebut bukan milik negara, berbeda dengan nelayan dimana sumber penghasilan mereka berada di laut, setidaknya mereka harus konfirmasi dengan pemerintah untuk melakukan sesuatu, kalau tidak konfirmasi terlebih dahulu maka bersiaplah berurusan dengan hukum.

7. Petani selamat dari krisis ekonomi

Baca Juga : 8 Buah Indonesia yang Mendunia

Pada tahun 2008, dunia kembali mengalami krisis ekonomi terparah setelah krisis yang terjadi di tahun 1929, krisis tersebut menyebabkan hampir semua negara terkena dampaknya, begitupun di Indonesia yang merupakan negara dengan jumlah penduduk pada tahun 2008 mencapai 240 juta jiwa, sedangkan warganya kebanyakan dari kelas bawah dan sekitar 2,5 juta penduduknya merupakan pencari kerja.

Pengamat ekonomi Iman Sugema dari INDEF pada tahun 2012 menerbitkan jurnal ilmu pertanian Indonesia, dia menyatakan krisis ekonomi selain menghancurkan sektor keuangan ternyata juga berdampak buruk pada sektor kebutuhan pokok, sebenarnya warga didesa mengalami krisis yang lebih kuat namun karena lapangan kerja di desa itu simpel jadi tingkat penganggurannya juga sedikit, berbeda dengan wilayah kota yang justru terjadi pemecatan massal sampai ribuan karyawan.

8. Petani adalah tiang negara

Pertanian merupakan salah satu sektor yang menjadi peyangga ekonomi di Indonesia, selain pendapatannya yang tinggi, pertanian juga menyediakan kebutuhan pokok bagi warga di seluruh Indonesia, di tahun 2018 jumlah penduduk Indonesia mencapai 260 juta jiwa sedangkan jumlah petani hanya sekitar 37 juta jiwa, masihkah kamu berani merendahkan profesi petani, bayangkan saja hanya 37 juta jiwa sanggup mencukupi kebutuhan manusia sebanyak 260 juta jiwa.

9. Penghasilan murni tanpa kecurangan

Meskipun berpenghasilan kecil namun petani mendapat penghasilan tersebut murni dari hasil sendiri, seandainya kamu menjadi karyawan swasta sedangkan gajimu sebulan sekitar Rp. 2.5 juta, ternyata waktu bekerja kamu sering mengeluh atau sering talat, sebenarnya apa yang kamu lakukan itu merupakan salah satu bentuk tindakan korupsi karena kamu tidak memenuhi kewajiban perusahaan, berbeda dengan petani mereka telat atau sering tidur tidak akan menjadi masalah, karena petani menjalankan usahanya sendiri.

10. Tidak takut kekurangan beras

Daftar belanja bulanan orang kota pasti mencantumkan beras 1 kg harga Rp. 11.000, berbeda dengan petani yang tidak perlu repot lagi karena telah memiliki stok beras melimpah digudangnya, jika di runtut kehidupan di kota itu cukup sulit, mereka memang berpenghasilan besar, di Jakarta saja gajinya mencapai Rp. 3,8 juta perbulan, tapi biaya hidup disana juga sangat mahal, misalnya harga cabai di Jakarta 5 biji Rp. 5000, padahal di desa jika butuh cabai, tinggal mengambilnya dikebun.
Tunggu