5 Alasan Pembakar Bendera Tauhid Tidak di Tangkap

Indonesia akhir-akhir ini sedang di hebohkan dengan pembakaran bendera berlafadz tauhid oleh ormas Banser, pembakaran tersebut menimbulkan kekacauan di seluruh Indonesia bahkan beberapa ormas islam mengecam aksi Banser yang mereka anggap sudah kelewatan.


Beberapa ormas juga telah menyiapkan anggotanya untuk melakukan demo di Garut dimana kota tersebut adalah tempat pembakaran bendera yang diduga kuat milik HTI.

Tapi sebagian orang masih menyayangkannya karena pelaku pembakaran justru di bebaskan sedangkan orang yang membawa bendera akan di tangkap, jadi berikut adalah alasan kenapa oknum pembakar tidak bisa menjadi tersangka dalam khasus ini.

1. Benderanya Islam tapi salah penggunaan

Jika benderanya merupakan bendera islam sebaiknya jangan dibawa hanya untuk demo, dengan adanya pembakaran itu pasti Islam diseluruh dunia akan mengutuk pembakaran tersebut dan mendesak Indonesia untuk segera menangkap pelakunya tapi sampai sekarang tidak ada desakan dari negara lain ke Indonesia, bahkan warga di Yaman sampai kaget ketika mendengar di Indonesia ada bendera hitam berlafadz tauhid karena bendera tersebut sering digunakan oleh teroris di Yaman.

2. Pembakaran tidak di sengaja

Pembakaran yang di lakukan oleh anggota Banser tersebut tidak di lakuakan dengan sengaja apalagi ingin membuat gaduh negara, mereka melakukannya karena spontanitas dan menganggap bendera itu merupakan bendera HTI, yaitu ormas yang telah dibubarkan pada tahun 2017 lalu.

3. Bendera tauhid dilarang untuk dibawa ormas tertentu

Ulama diseluruh dunia telah sepakat untuk tidak membawa bendera tersebut ke golongan tertentu karena dikawatirkan bisa menimbulkan fitnah pada orang Islam, namun yang terjadi di Indonsia bendera tersebut sering dibawa oleh ormas HTI sehingga beberapa orang melihat itu sebagai benderanya HTI, padahal pihak HTI sering mengatakan kalau itu benderanya Islam, lalu berpikir tidak ada salahnya orang Islam membawa bendera tersebut, tapi yang disayangkan HTI tidak pernah berbicara dengan warga muslim lainnya untuk menggunakan bendera tersebut, karena bendera tauhid miliknya orang Islam jadi sebaiknya jangan dibawa sebelum HTI mendapatkan ijin.

4. Pembawa bendera adalah orang yang mengadu domba

Sampai sekarang masih belum ada keterangan terkait bendera tersebut bisa dibawa sampai kesana, padahal sebelum dilaksankan upacara hari santri, beberapa ormas sempat menandatangani perjanjian agar tidak ada bendera lain yang berkibar selain bendera merah putih, tapi tak di duga ada salah satu peserta dengan lantang meneriakan Khilafah sambil mengangkat bendera tauhid, setelah itu oknum pembawa bendera di amankan oleh pihak Banser namun di lepaskan lagi dengan syarat bendera dan ikat kepalanya disita.

5. Diduga kuat oknum HTI

Kejadian pembakaran tidak akan pernah terjadi jika peserta mengikuti peraturannya, tapi ternyata salah satu peserta membawa bendera tauhid, pembawa bendera tersebut diduga merupakan salah satu anggota HTI yang tidak terima setelah dibubarkan dari Indonesia, mereka sering membawa bendera yang identik dengan Islam padahal mereka tidak pernah dapat ijin dari orang Islam yang lain, padahal itu bendera yang melambangkan Islam bukan bendera biasa yang bisa dibawa seenaknya oleh ormas tertentu.
Tunggu