Cerita Bertemu Hantu Kuntilanak di Hutan

loading...
Salam semuanya.. aku mau berbagi cerita tentang pengalamanku yang cukup seram, mungkin bagi kalian yang sudah terbiasa dengan horor akan menganggap pengalamanku ini biasa saja, jadi jangan diprotes iya, langsung saja simak ceritaku dibawah ini.


Aku ingat kejadinnya itu pada tahun 2015, waktu itu aku berencana mencari burung puyuh bersama teman-temanku, sebut saja mereka Joyo dan Suryo, jadi kami ini berjumlah 3 orang.

Sekitar jam 7 malam, kami berkumpul di rumah Joyo, setelah semuanya sudah siap kami langsung berangkat ke lokasi, perlu kalian tahu kami cuma menggunakan satu motor saja. Jarak lokasi dengan desa kami sebenarnya cukup dekat, tapi karena medan yang sulit, apalagi harus melawati hutan terlebih dahulu, maka perjalanan kami menjadi cukup lama.

Ketika sampai dilokasi kami juga harus berpencar, karena untuk mencari burung puyuh kami tidak bisa saling berdekatan, jadi kami membagi posisi arah, Joyo ketimur, Suryo kebarat dan aku lurus (ke selatan).

Kalau sudah berpencar nuansa horornya terasa sekali, namun sekarang aku hanya bisa fokus pada senter yang kuarahkan kerumput-rumput, mungkin saja ada pergerakan dari hewan bertubuh mungil itu.

Baru beberapa langkah saja, aku sudah berhasil menangkap satu ekor burung, sungguh beruntungnya aku, lalu aku lanjut lagi kepetak sawah berikutnya, begitu terus sampai akhirnya aku dapat 20 ekor.

Aku coba melihat jam tangan, ternyata hampir jam 11 malam, kini waktunya aku untuk segera kembali, mungkin yang lain sudah menungguku, di tengah perjalanan, tiba-tiba tepat diatasku muncul sesuatu yang terbang dan berwarna putih.

Aku tidak bisa memastikannya, tapi apapun itu sekarang telah berhenti disebuah pohon mangga yang berada tepat didepanku, lantas aku coba mengarahkan senter kesana, tapi benda itu terbang lagi, karena penasaran kuawasi terus kemana perginya, tapi saat benda itu berhenti dipohon yang lain, ada suara gemuruh **krosakkk**

Aku kaget ternyata ada batang pohon yang mengarah kesini, reflek saja aku berlari mundur kebelakang, aku penasaran siapa yang melempar, dari kejauhan aku lihat si Joyo senyum cengingisan.

Joyo : Ngapain kamu disitu??
Aku  : Aku, sedang mengawasi benda putih diatasmu
Joyo : Owalah, itu cuma burung hantu

Aku hanya bisa tertawa mendengarnya, benda putih yang aku kejar tadi, ternyata hanya seekor burung. Aku dan Joyo langsung bergegas kembali ketempat kami menaruh motor, disana ternyata sudah ada Suryo.

Tapi ada yang aneh, Suryo terus melambaikan tangannya pertanda menyuruh kami untuk segera kesana, karena kami sudah capek kami hanya bisa jalan pelan saja.

Akhirnya kami berkumpul, tapi kok aku perhatikan muka Suryo berubah menjadi tegang, dalam raut wajahnya terlihat jelas dia sangat ketakutan, lantas aku tanya apa yang terjadi dengan dia.

Aku   : Kamu kok kelihatan ketakutan gitu?
Suryo : Kamu nggak lihat putih2 diatasmu tadi

Lantas aku dan Joyo tertawa mendengar itu, karena tahu yang diatas kami adalah burung hantu, mendengar itu si Suryo akhirnya membaik, lalu kami pun menghitung tangkapan kami, ternyata semuanya mendapat tangkapan lumayan banyak.

Ketika kami mau pergi, burung hantu yang kami lihat tadi bertengger diatas pohon asem yang berada dekat dengan kami, lalu si Joyo ngomong ke Suryo, kalau burung hantu itu yang menyebabkan dia ketakutan, lantas dia nantangin suryo untuk lempar pakai kayu.

Karena si Suryo masih dendam, dia langsung ambil kayu dan di lempar ke burung tersebut, seperti biasa burung itu terbang lagi, tapi ketika kami asyik melihat burung itu pergi, tiba-tiba ada sebongkah kayu jatuh hampir mengenai si Suryo.

Kami sangat bingung, darimana kayu itu berasal, apalagi kayu yang hampir mengenai Suryo mirip dengan kayu yang dilempar Joyo tadi, waktu kami masih bingung dengan kejadian itu, muncullah suara ketawa khas cewek muda, suaranya agak jauh tapi terdengar sangat jelas.

Firasatku mengatakan pasti ini sesuatu yang tidak beres, aku segara menyalakan motornya dan menyuruh yang lain untuk naik, benar saja belum sempat aku menjalankan motor dari arah depan kami, ada wanita bergaun putih terbang mendekat.

Aku langsung membelokkan motornya untuk menghindari wanita itu, tapi sayangnya motor ini dinaikin oleh tiga orang, jadi sangat susah untuk menyeimbangkannya, untung kami tidak terjatuh.

Kuntilanak itu seolah tidak rela kami pergi meninggalkannya, dia terus terbang megikuti kami dari belakang. Si Suryo yang berada di jok belakang tak kuasa menahan ketakutan, sesekali dia melirik kuntilanak tersebut, Sedangkan Si Joyo dengan tenang menutup matanya karena dia dalam posisi yang sangat nyaman.

Si Suryo terus mengawasi kuntilanak tersebut, sampai akhirnya kuntilanak itu menghilang, karena tanganku sudah kaku, aku lantas berhenti untuk pindah posisi dengan Joyo.

Tidak lama kemudian suara tertawa mulai terdengar lagi, dengan gesit Joyo langsung menjalankan motornya, kini posisiku yang ada di jok belakang, sesekali aku coba melirik kebelakang.

Meskipun aku tidak melihat apapun tapi suara kuntilanak itu masih ada, kini Si Joyo yang menjerit-jerit, katanya kuntilanak itu sedang berdiri disamping jalan didepan kami, akupun coba menengok kedepan, memang saya lihat mahkluk itu berdiri persis dikiri jalan.

Ketika melawati kuntilanak itu, saya mendengar Si Joyo melafalkan mantra apapun yang dia bisa, saya tahu dia pasti sangat ketakutan, sedangkan aku dan Suryo terus menyemangatinya.

Aku memejamkan mata begitupun dengan Suryo yang berada ditengah, tapi kami tidak lupa untuk membuat Joyo terus berusaha menyeimbangkan motornya, aku percaya dia pasti bisa menyelamatkan kami berdua dari teror ini.

Hutan telah kami lalui, suara dan tanda keberadaan kuntilanak tersebut sudah tidak ada lagi, kami akhirnya berhenti di salah satu rumah warga yang kebetulan ada banyak orangnya, lantas kami menceritakan semua kejadian tadi, eh bukannya prihatin justru kami diketawain.
loading...
Share:

Artikel Lainnya

Memuat...