Menjaga Kuburan Orang Mati Hari Jumat Legi

Mitosnya ketika seseorang meninggal pada hari-hari tertentu apalagi pada hari jumat legi itu makamnya harus dijaga, lamanya penjagaan juga tergantung, bisa 7 hari sampai 40 hari.

Gambar hanya pemanis :)
Mungkin dari kalian ada yang belum tahu hari jumat legi itu hari apa, kurang lebihnya itu merupakan istilah penanggalan dari jawa yang digunakan untuk menyebut tanggal perputaran bulan, kalau mau tahu arti yang lengkap silahkan baca link dibawah ini.

Ditanah Jawa mitos orang mati pada hari jumat legi merupakan salah satu mitos yang paling banyak dipercaya, bahkan disetiap daerah memiliki cerita yang berbeda, meskipun ceritanya berbeda tapi inti mitos tetap sama.

Konon disetiap bagian kuburan dan mayat itu sendiri bisa di gunakan untuk mendalami ilmu hitam, mulai dari tanah kuburan, tali pocong, nisan kayu, dan tanah untuk bantalan mayat.

Tapi itu semua juga tergantung wilayah, kalau disana banyak penganut ilmu hitam, bisa jadi syaratnya lebih berat, saya pernah dengar di wilayah bagian timur jawa ada yang sampai mengambil ibu jari kaki dengan cara menggigitnya, ritualnya ekstrem sekali kan!? hmmm, bayangkan jika kuburan itu tidak dijaga pasti akan dirusak oleh mereka.

Nah, diatas adalah penjelasan sedikit soal hari jumat legi, sekarang saya akan menceritakan sesuatu, awalanya saya tidak menyangka akan memiliki cerita menyeramkan apalagi yang berhubungan dengan hari jumat legi.

Malam itu saya mendapat kabar duka dikarenakan kakek saya meninggal sekitar jam 02.30 pagi pada hari jumat.

Pemakaman akhirnya selesai sekitar jam 08.00 lebih, setelah itu saya berkumpul dirumah kakek, perlu diketahui kakek saya itu hanya tinggal bersama nenek dan pak lek (om).

Suasana kesedihan berubah menjadi sangat mencekam ketika sesepuh di desa, bercerita tentang kematian kakek, dimana hari kematiaannya itu merupakan hari jumat legi.


Dari cerita beliau ternyata dulu pernah terjadi kasus pembongkaran kuburan. Mungkin karena trauma, beliau sampai mengingatkan kami dengan tegas, jika malam ini sampai 7 hari berikutnya kami harus menjaga kuburan itu.

Demi mencegah hal buruk terjadi, kami semua sepakat untuk menjaga kuburan kakek, lalu dipilihlah kandidat yang tepat untuk menjalankan tugas itu, ternyata Kebanyakan kerabat lain hanya bisa menjaga sampai jam tertentu saja, jadi kandidat yang terpilih akan menjaga sampai waktu subuh.

Kandidat pertama adalah saya, waktu itu umur 17 tahun, baru lulus SMA, masih pengangguran. Kandidat kedua adalah kakak, hanya seorang guru sekaligus petani musiman. Kandidat ketiga sekaligus yang terakhir adalah Pak Lek (om), dia terpilih karena merupakan anak kakek yang tinggalnya paling dekat soalnya dia masih serumah, kebetulan semua anak kakek itu berada diluar kota.

Kalau bicara dunia supranatural jangan ditanya, kami sebagai kandidat terpilih, seumur hidup belum pernah melihat hantu, jadilah malam itu merupakan awal dari teror tersadis yang pernah kami alami.

Waktu menunjukan pukul 20.00 malam, dengan hanya berbekal senter, kopi & cemilan, kami bersama kerabat lain bersiap untuk menuju kekuburan, kalau saya hitung jumlahnya ada 7 orang, tapi yang lainnya akan pulang jika sudah jam 10 malam.
Tunggu