Daftar Ibu Negara dari Istri Presiden di Indonesia

Sepanjang sejarah sejak terbentuknya Indonesia ternyata kita telah memiliki 7 Presiden dan 6 Ibu Negara. Menjadi kaluarga dari seorang presiden pasti sangatlah sulit, mereka harus siap dengan banyaknya wawancara atas apa yang dilakukan oleh suaminya, apalagi harus bekerja dirumah menenangkan sang suami dari hiruk pikuk dunia politik.

Pasti mereka yang menyandang status sebagai Ibu Negara adalah orang yang tangguh, kalau tidak tangguh bakal apusing mikirin negara, Nah, siapa saja yang pernah menyandang gelar Ibu Negara tersebut, yuk, simak artikel di bawah ini.

1. Fatmawati (Istri Ir. Soekarno)


Bung Karno sebagai presiden Indonesia yang pertama, ternyata memiliki 9 istri, beliau juga menjadi satu-satunya presiden yang memiliki istri sebanyak itu dan salah satu diantara mereka merupakan wanita Jepang. Lalu siapa yang berhak menjadi ibu negara? Diantara ke 9 istrinya yang berhak mendapatkan tittle sebagai Ibu Negara adalah Fatmawati.

Fatmawati lahir di Bengkulu 5 Februari 1923 meninggal pada usia 57 tahun pada 14 Mei 1980. Merupakan istri ke-3 dari Bung Karno, Beliau di kenal karena jasanya telah menjahit Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih.

Orang tua Fatmawati merupakan keturunan dari Putri Indrapura, keluarga Raja Kesultanan Indrapura yang berada di pesisir Selatan, Sumatera barat. Hingga pada tanggal 1 Juni 1943, beliau menikah dengan Bung Karno.

2. Raden Ayu Siti Hartinah (Ibu Tien Soeharto)


Beliau merupakan istri dari presiden kedua yaitu Jenderal Besar Purnawirawan Soeharto, lahir di Jaten, Karanganyar, Jawa Tengah, pada 23 Agustus 1923 - meninggal pada usia 72 tahun di Jakarta, 28 April 1996. Ternyata Ibu Tien Soeharto merupakan keturunan keraton dari garis ibunya, dia adalah anak dari pasangan KPH Soemoharjomo dan Ayu Hatmanti Hatmohordojo yang memiliki canggah dari Mangkunagara III.

Ibu Tien menikah dengan Soeharto pada 26 Desember 1947 di Surakarta, perannya sebagai istri Soeharto juga sangat penting karena kepribadian Soeharto mempercayai keyakinan diri dan masukan keluarganya. Ketika Soeharto mengalami kebimbangan antara bertahan menjadi tentara atau berhenti lalu menjadi sopir taksi, sedangkan ketika Soeharto menjadi tentara beliau mendapat berbagai fitnah, yang terjadi pada tahun 1950.

Pada saat itu Soeharto hampir putus asa, lalu Ibu Tien memberikan saran "Saya dulu diambil istri oleh seorang prajurit dan bukan seorang supir taksi. Seorang prajurit harus dapat mengatasi persoalan dengan kepala dingin walaupun hatinya panas,".

Ibu Tien menjadi istri persiden yang berhak mendapat penghargaan karena pemikiran beliau sangat kritis, bahkan bukan hanya persoalan Soeharto saja yang dapat diselesaikan, ternyata beliau juga menjadi salah satu orang yang berpengaruh dalam pelarangan poligami bagi pejabat di Indonesia.

3. Hasri Ainun Besari (istri BJ. Habibie)


Lahir di Semarang pada 11 Agustus 1937 - Meninggal di usia 72 tahun pada 22 Mei 2010. Beliau merupakan anak keempat dari pasangan R. Mohamad Besari dan istrinya Sadarmi. Memiliki gelar doktor dari Universitas Indonesia pada tahun 1961 lalu bekerja di rumah sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta.

Kisah cinta antara Ainun dengan presiden ketiga pernah diangkat dalam perfilman Indonesia, bahkan hingga saat ini cerita tentang mereka berdua masih layak untuk di tonton atau diceritakan. Film yang sempat tayang dengan judul Habibie dan Ainun merupakan kisah yang sangat romantis, banyak diantara penonton yang sempat meneteskan air mata.

4. Sinta Nuriyah (istri Abdurrahman Wahid)


Sinta bisa bertemu Gus Dur tak lain karena melalui perantara yaitu paman Gus Dur, Kiai Fatah. Gus Dur ketika itu ingin melanjutkan studynya ke Kairo, Mesir. Namun karena pamannya menasihati Gus Dur untuk menikah terlebih dahulu, lantas pandangannya terhadap cinta akhirnya berubah, lalu Gus Dur menikah dengan Sinta Nuriyah pada 11 September 1971.

Sinta Nuriyah lahir di Jombang, 8 Maret 1948. Ketika lulus S1 di bidang hukum syariah dan menikah dengan Gus Dur, ia mulai menjual permen untuk menghidupi ke empat anaknya. Nasib tragis menimpa Sinta, karena mengalami kecelakaan mobil dan mendapat perawatan setahun untuk menyembuhkan dirinya karena sebagain tubuhnya lumpuh. Pada akhirnya Sinta mulai melanjutkan Study S2 pada bidang Kajian Perempuan di Universitas Indonsia, dengan cara ditandu oleh staf Universitas.

5. Hj. Kristiani Herrawati, S.IP. (istri Susilo Bambang Yudhoyono)


Lahir di Yogyakarta, 6 Juli 1952 - Meninggal di Singapura pada 1 Juni 2019. Sebelumnya ia sempat kuliah di Jurusan Kedokteran  Universitas Kristen Indonesia, tapi pada akhirnya ia putus kuliah karena mengikuti bapaknya pindah setelah di tunjuk menjadi Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan. Ketika pulang ke Indonesia ia menikah dengan SBY, lalu kuliah lagi di Universitas Terbuka dan mendapat gelar Sarjana Ilmu Politik pada tahun 1998.

Diketahui Ibu Ani Yudhoyono pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP Parta Demokrat, selain itu ia juga aktif berorganisasi di persit kartika, Dharma Pratiwi dan Dharma Wanita.

6. Hj. Iriana (istri Joko Widodo)


Siapa yang tidak mengenal Hj. Iriana, ia merupakan sosok yang menjadi Ibu Negara ke 7 mendampingi Presiden Joko WIdodo pada tahun 2104 sampai sekarang. Lahir di Surakarta, Jawa Tengah pada 1 Oktober 1963. Iriana menikah dengan Joko Widodo pada tanggal 24 Desember 1986 di Solo.

Pada saat Joko Widodo menjadi Gubernur DKI Jakarta, Iriana menjabat ketua tim penggerak PKK DKI Jakarta pada tahun 2012 sampai tahun 2014. sebelumnya ia juga pernah menjadi ketua PKK di Surakarta ketika Joko Widodo masih menjadi walikota di Surakarta.
Share:

Artikel Lainnya

Memuat...